16 Tipikal Makelar Saham Yang Buruk

    1. “Mengaduk” atau berdagang secara berlebihan

“Mengaduk” mengacu pada pembelian dan penjualan surat berharga yang berlebihan oleh makelar dengan tujuan menghasilkan komisi atau biaya tanpa memperhatikan tujuan investasi anda.

    1. Adanya unsur kekeliruan atau kecurangan dalam materi yang disampaikan

Makelar memalsukan fakta tentang investasi. Jika anda sudah mengetahui kebenarannya, maka anda pasti tidak akan setuju untuk membeli investasi tersebut.

    1. Adanya unsur kecerobohan dalam materi yang disampaikan

Makelar gagal untuk memberitahu anda tentang fakta-fakta mengenai investasi. Jika anda sudah mengetahui kebenarannya, maka anda pasti tidak akan setuju untuk membeli investasi tersebut.

    1. Merekomendasikan sesuatu yang tidak sesuai

Makelar mempunyai kewajiban untuk mempelajari kebutuhan finansial, tujuan dan keadaan kliennya sebelum merekomendasikan investasi. Rekomendasi yang tidak sesuai terjadi ketika makelar merekomendasikan investasi secara tidak konsisten akan kebutuhan finansial, keadaan dan tujuan kliennya. Sebagai contoh, ini mungkin tidak akan sesuai jika kliennya menginginkan keamanan dari materi namun makelar justru merekomendasikan saham atau pilihan strategi yang beresiko tinggi.

    1. Berjalan di depan anda

Seorang makelar saham membeli atau menjual materi untuk kepentingan sendiri sebelum adanya perintah dari kliennya. Setelah makelar ini telah memenuhi perintah kliennya, ia akan menutup posisinya pada keuntungan berdasarakan tingkat harga baru dengan menciptakan pembelian atau penjualan pesanan kliennya.

    1. Keliru dalam melelang surat-surat berhargabinding-contract-948442_640

Seorang makelar mempresentasikan efek tertentu setara dengan kas atau alternatif ke pasar uang yang dapat dilikuidasi dalam waktu singkat tanpa resiko terhadap pokok pinjaman. Makelar dianggap gagal jika menginformasikan kliennya bahwa likuiditas pasar dimana surat-surat berharga diperdagangkan tergantung pada makelar yang berpartisipasi di pasar tersebut.

Perusahaan makelar dan lembaga keuangan lainnya dapat memilih untuk tidak berpartisipasi ke dalam pasa tersebut sehingga mencegah anda atas penjualan surat-surat berhargamu.

    1. Pencurian dana sipil atau surat-surat berharga

Seorang makelar mencuri uang dari rekening kliennya untuk kepentingan dirinya sendiri. Beberapa contohnya adalah:

    • Makelar ini meminjam uang dari anda dan tidak pernah melunasinya
    • Makelar ini merekomendasikan surat-surat berharga yang tidak pernah ada dan menjaga harga pembeliannya
    • Makelar ini mentransferkan sejumlah uang dari akun kliennya tanpa ijin
    1. Gagal dalam mengikuti instruksi

Makelar diinstruksikan untuk membeli atau menjual surat-surat berharga dan mengikuti strategi investasi tertentu. Makelar mengabaikan petunjuk dan melakukan segala hal atas kehendaknya atau membeli sesuatu yang tidak sesuai sama sekali.

    1. Gagal dalam melindungi profit

Akun tersebut telah dihargai secara signifikan.  Makelar gagal dalam merekomendasikan atau menerapkan strategi untuk melindungi profit akun tersebut.

    1. Melakukan perdagangan yang tidak sah

Makelar membeli atau menjual surat-surat berharga tanpa ijin tertulis ataupun lisan. Pelanggaran Reksa Dana termasuk “mengaduk” reksa dana, mengalihkan reksa dana dan memasukkan saham reksa dana ke kelas B.

Komisi reksa dana yang didapat sebesar 5% dari jumlah yang diinvestasikan. Komisi ini memberikan makelar dorongan tidak bermoral secara signifikan untuk menjual dana terlepas dari apakah hal tersebut sesuai dengan investasi anda atau tidak.

    1. Pengalihan atau “mengaduk” reksa dana

Reksa dana dianggap sebagai investasi jangka panjang. “Mengaduk” reksa dana adalah praktek membeli dan menjual reksa dana dengan tujuan menghasilkan komisi.

Pengalihan reksa dana melibatkan penggantian reksa dana dengan jenis yang sama dari dana reksadana keluarga lainnya dengan tujuan menghasilkan komisi.

    1. Melanggar kelas reksa dana

Reksa dana umumnya memiliki pembagian kelas yang berbeda, mulai dari A, B dan C. Kelas A adalah saham yang dimuat dibagian depan, yang berarti anda membayar komisi atas pembelian. Namun kelas saham memiliki biaya tahunan berkelanjutan yang rendah. Kelas B adalah saham yang dimuat dibagian akhir, yang berarti anda membayar komisi jika sudah menjual dana dalam tahun tertentu. Kelas C adalah saham yang memiliki komisi tetap pertahunnya yang umumnya bernilai 1% dari jumlah yang diinvestasikan. Kelas B dan C mempunyai biaya tahunan yang dua kali lipat lebih besar dari kelas A. Oleh karena itu, tergantung pada seberapa lama anda memegang dana untuk membayar komisi didepan muka. Makelar ceroboh akan tidak memperhitungkan kelas saham yang membayar komisi saat dana tersebut dibeli.

    1. Gagal dalam mendiversifikasi

Hal ini diterima hampir secara umum bahwa kinerja portofolio adalah tergantung pada diversifikasi. Konsentrasi berlebihan terjadi ketika portofolio diinvestasikan pada surat berharga atau kelas saham yang terlalu sedikit seperti obligasi saham perumahan dan lainnya. Misalnya pada tahun 1990-an, makelar merekomendasikan bahwa semakin banyak portofolio kliennya yang diinvestasikan pada suratr teknologi yang berharga. Rekomendasi ini disebabkan portofolio menjadi lebih terkonsentasi di saham teknologi. Ketika kecelakaan teknologi terjadi di tahun 2000-2001, maka tabungan kliennya ludes.

    1. Penipuan dengan mentransferkan aset

Perusahaan makelar beroperasi dibawah satu nama dan menimbulkan hutang, kewajiban dan tuntutan hukum yang signifikan. Ketika perusahaan mencapai titik dimana mereka harus melikuidasi aset untuk membayar kewajibannya, mereka menutup pintu dan mentransferkan aset ke perusahaan yang baru dibuat dengan nama yang berbeda. Kedua perusahaan akan memiliki karyawan dan pelaku yang sama.

    1. Menjual tanpa ijin

Makelar ini akan menjual investasi yang tidak dijual atau diijinkan oleh klien ataupun perusahaannya. Makelar ini selalu menerima komisi khusus saat menjual saham di luar investasi perusahaannya.

    1. Tidak menggenal sistem binary option

Makelar yang tangguh harus menggerti juga semua instrument keuangan lainnya. Salah satunya yang baru ini adalah binary option. Tidak perlu memahami secara keseluruhan, tetapi mengetahui bagaimana cara kerja dari binary option seperti pada http://grantgould.com itu saja sudahlah cukup.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *